Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kita bermunajat syukur kepada Allah atas segala nikmat
yang diberikanNya kepada kita.
Dan shalawat dan salam senantiasa tetap tercurah kepada
Nabi Muhammad shallahu Alaihi wa sallam,kepada keluarga beliau,shahabat beliau
dan kepada kita semua .Amma ba’du.
Ikhwani yang dimuliakan Allah.
Kita tahu bersama ikhwani, bahwa pada tahun 2005 tepatnya
di salah satu stadium di yunani telah dilakukan kegiatan akbar yaitu final liga
Champions. Ya, klub asal ibukota London, Inggris yakni Liverpool bersua
klub Asal kota pizza ,Italia yakni AC MILAN pada laga final Liga
Champion.
Ikhwani yang dimuliakan Allah.
Kita juga tahu pada awal-awal babak pertama Liverpool
sulit untuk mengembangkan permainannya, sehingga tiga gol tanpa balas dibabak
pertama bersarang dibawah mistar gawang Liverpool. Namun,ikhwani.Setelah
dilakukan sedikit perubahan strategi di kubu Liverpool maka selang beberapa
saat setelah turun minum , Liverpool pun dapat memecah kebuntuan. Lewat
sundulan kepala sang kapten, Steven Gerard. Liverpool mampu mengejar sampai
akhirnya gol yang tercipta sampai tiga buah,sama kuat.
Dan akhirnya,drama adu penalty pun tidak bisa dielakkan.
Tentunya dengan semangat yang berbeda antara Liverpool dan AC Milan, kedua tim
pun akhirnya melakukan Adu penalty. Dan singkat cerita. Akhirnya, Liverpool
menang atas AC MILAN.
Ikhwani yang dimuliakan Allah…
Tentulah ada pelajaran besar yang dapat kita ambil dari
peristiwa akbar ini.Bahwa dalam kemenangan besar ini tidak terlepas dari peranan
sang Mildfielder Steven Gerarad. Ada apa dengan Steven Gerard ??? Ternyata,di
sepanjang laga ketika Liverpool tertinggal 3 – 0 Gerard selalu memberikan motivasi kepada
rekan-rekan untuk membuat gol balasan. Dan alhasil,liverpooll menyamakan
kedudukan 3 – 3. Padahal kalau ingin dilihat dari segi permainan dari
stev.Gerard maka biasa – biasa saja.
Ikhwani yang dimuliakan Allah…
Kalau kita teliti lebih dalam ternyata, Steven Gerrard
memiliki satu kelebihan yaitu dapat memberikan motivasi dan solusi kepada
rekan-rekan nya ketika Liverpool tertinggal 3 – 0 dari AC MILAN.
Sebagaimana Steven Gerard , maka seorang da’i (Mujahid
kampus), ikhwani pun tentu perlu harus memiliki solusi-solusi terhadap
permasalahan dakwah di lingkungannya (dalam hal ini di kampus Unhas). Terlebih
lagi,ikhwan tersebut adalah seorang koordinator.
Maka,fungsi dan peran seorang koordinator pun sangat sentral. Kenapa? Karena
seorang koordinator ibarat induk mesin yang apabila ia mati maka fungsi dari
mesin - mesin yang ada disekelilingnya pun akan mati. Olehnya,koordiator pun
dituntut agar tetap “panas”(bukan marah-marah) agar bisa menularkan panas
tersebut kepada orang-orang yang ada disekelilingnya.
Ikhwani yang dimuliakan Allah…
Perkara-perkara dakwah adalah perkara yang mulia. Kalau
kita ingin melihat sedikit ke belakang,maka perkara-perkara dakwah adalah
perkara yang disematkan kepada orang-orang yang dimuliakan oleh Allah,para An
biya,para Khulafaurrasyidiin. Dan kalaulah kita ingin melihat siapa diri kita
maka betapa tidak pantasnya kita untuk mengemban amanah dakwah ini sebab
perkara Agama ini adalah perkara-perkara yang mulia.Dan ,ikhwani.Ternyata Allah
memilih kita dari sekian banyak mahasiswa yang ada di unhas untuk mengemban
tugas tersebut.
Ikhwani yang dimuliakan Allah…
Adakah pemain bola yang ketika ia dikontrak oleh suatu
klub bola maka ia akan rela untuk menjadi pemain cadangan ??? Tentulah ikhwani
kita akan sepakat bahwa tidak mungkin ada hal seperti ini. Dan lain halnya
ketika ada seseorang yang dikontrak dengan bayaran yang tinggi,kira – kira apa
yang akan dilakukan ??? Tentulah ,ia akan mengeluarkan segenap kemampuannya
untuk memberikan kontribusi positif bagi klub yang mengontraknya. Dan yang
pasti ia tidak akan mungkin mau untuk menjadi pemain cadangan (penonton).
Sebagaimana bola tadi ikhwan, maka seperti itu juga dengan dakwah. Ketika Allah
mengontrak kita (dengan memberikan
kepahaman Agama) maka sepantasnya lah kita ingin memberikan kontribusi positif
dalam perjuangan Agama ini. Dan pastinya,kita tidak ingin hanya bisa menjadi
penonton ketika para ikhwan dan Akhawat bercapek-capek dan berlelah-lelah dalam
melakukan kegiatan-kegiatan Agama.
Dalam surah Al Insan ayat ke 29 sampai dengan 30,Allah
berkalam:
29. Sesungguhnya (ayat-ayat) Ini adalah suatu
peringatan, Maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia
mengambil jalan kepada Tuhannya.
30. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu),
kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi
Maha Bijaksana.
Dan pastilah kita yakin akan adanya balasan Allah
terhadap kontribusi kita dalam perjuangan Agama ini berupa surga Allah yang
kita senantiasa berharap dapat meraihnya.
Allah juga berkalam:
Sesungguhnya orang-orang
yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" Kemudian mereka meneguhkan
pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka
dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu".
Ikhwani yang dimuliakan Allah…
Namun,dalam perjalanan dakwah ini tentunya sangat panjang
dan berliku.Olehnya,dibutuhkan kesabaran tingkat tinggi dalam
menapakinya.Terkadang kita akan dihadapkan dengan sikap sesama ikhwan yang
barangkali sangat membuat kita jengkel ataupun akan memberikan buruk sangka
kepada ikhwan tersebut. Namun,Allah menegur kita ikhwani .Allah berkalam :
Dan Bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya
di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua
matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan
janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya Telah kami lalaikan dari mengingati
kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
Dan Allah pun menguatkan kita dalam surah Ali Imran ayat
200
200. Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu
dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada
Allah, supaya kamu beruntung.
Bayangkan Ikhwan, Allah dalam ayat ini menegaskan bahwa
kita harus benar-benar bersabar dalam mengemban amanah-amanah dakwah. Ini
bertanda bahwa,orang –orang yang terpilih sebagai seorang da’i harus memiliki
kesabaran tingkat tinggi (tentunya berbeda dengan khayalan tingkat tinggi
peterpan). Artinya apa ? memang amanah dakwah, pekerjaan – pekerjaan dakwah
bukanlah perkara atau pekerjaan yang disematkan atau dialamatkan untuk
sembarang orang. Melainkan,ia adalah perkara atau pekerjaan yang tidak semua orang memiliki kesempatan untuk
mencicipinya. Olehnya,bergembiralah ikhwani ketika amanah-amanah dakwah datang
menyapa kita. Dan berikanlah terhadap Agama ini apa yang bisa kita berikan ,dan
jangan lah pernah menghitung apa yang telah kita berikan terhadap agama
ini.Sebab mengapa ? Sebab,ketika Allah subhanahu wa ta ‘ala tidak pernah
menghitung-hitung apa yang Dia berikan kepada kita.
Seharusnya,ikhwani.
Kita lah yang mesti mengistrospeksi diri kita, siapa
sebenarnya kita. Untuk apa kita diadakan oleh Allah di muka bumi ini. Dan
kemana kita akan melangkah ketika kita telah meninggalkan dunia ini.
36. Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit
dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.
37. Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi,
dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Demikian Ikhwani,
Apa yang bisa kami sampaikan.Dan kami berharap kepada
Allah semoga dengan tulisan singkat ini bisa memberikan hal yang bermanfaat
kepada Ikhan sekalian.
Sebagai penutup, Allah berfirman dalam surah Al
ankabut(29) ayat 69 :
69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan)
Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan
sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Subhanakallahumma wa bihamdika.Asyhadu Allah ilaha illa
anta.Astagfiruka wa atubu ilaika.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
0 komentar:
Posting Komentar