Senin, 08 Oktober 2012

0 menggunakan roda Bob Sadino ; 4 kuadran RBS

Lupakan sejenak kuliah yang membosankan atau sekedar mengisi hari-harimu. Lupakan kisah cintamu yang tak kunjung selesai karena masalah kecil. Lupakan sejenak pikiran, emosi dan kesedihan selama hidup menjadi mahasiswa. Memang ada apa sih? Coba baca tulisan ini sampai habis. Pasti nggak akan rugi, dan dapat merubah pola pikir kamu terumata yang masih duduk dibangku mahasiswa agar mengerti, apa yang akan kamu lakukan kelak setelah lulus nanti.
Tulisan ini saya ambil langsung dari buku Bob Sadino ; Mereka bilang saya gila, jadi siapa sih yang masih nggak mengenal beliau. Seorang manusia independen yang mempunyai pemikiran unik. Berlajar sukses dari nol dan sekarang menjadi orang paling sukses(sangat).
RBS adalah suatu diagram yang menggambarkan perputaran kehidupan seseorang, yang didalamnya berlangsung proses pembelajaran berupa dialetika atau sistesis antara ilmu/teori dan praktik, yang paa akhirnya menggambarkan tingkat kemampuan, kecakapan, atau kompetensi seseorang. Model RBS ini semula dititik beratkan untuk menggambarkan proses pembelajaran dalam dunia entrepreneur. Tapi pada perkembangannya, model ini bisa ditarik untuk menganalisis berbagai permasalahan masyarakat sejauh permasalahan itu besangkutan dengan kompetensi seseorang.
Konsep RBS digambarkan dalam sebuah lingkaran menyerupai roda yang dibagi menjadi empat kuadaran (lihat diatas);
1. Tahu 2. Bisa 3. Terampil 4. Ahli
Mari kita uraikan dari masing-masing kuadran tersebut.
Tahu ;
  • Digunakan biasanya dalam bangku sekolah dan kuliah
  • Slalu berkaitan dengan teori dan teori
  • Keuntungannya ; semakin pintar seseorang karena dijejali pemikiran tentang teori ilmu pengetahuan
  • Kelemahannya ; pada hal soal praktik dilapangan, mereka tidak bisa apa-apa. Karena mereka tidak pernah langsung mempraktikkannya. Apalagi di dunia masyarakat. Maka efetivitasnya bisa menjadi nol
Contohnya; orang belajar menembak. Mereka tahu semua cara penggunaan senapan dan pelurunya. Tetapi nggak otomatis mereka langsung bisa menembakkannya ke sasaran. Mereka kompeten bisa saja tidak kompeten manakala harus terjun ke tengah-tengah masyarakat.
Bisa ;
  • Digunakan oleh orang-orang kebalikan kuadran bisa. Mereka bahkan tidak pernah mengeyam bangku pendidikan. Mereka hanya melakukan tindakan dan mengerjakan sesuatu yang berulang-ulang berbagai bidang. Mereka tidak menguasai teori.
  • Keuntungannya ; mereka dapat mengerjakannya dengan benar. dari yang nggak bisa menjadi bisa. Atau yang awal mula tidak bisa mengerjakan dengan baik lama kelamaan menjadi lebih baik daripada sebelumnya
  • Kelemahannya ; dapat melakukan kesalahan. Tidak tahu soal teori
  • Contohnya ; orang naik sepeda. Mereka mencoba dan jatuh, dan jatuh lagi. Tapi karena mereka terus mencoba akhirnya bisa setelah beberapa kali melakukan kesalahan mereka langsung bisa menggunakannya setelah belajar langsung dari kesalahannya.
Terampil ;
  • Digunakan oleh orang-orang yang melewati kuadran TAHU dan BISA. Butuh waktu 20-30 tahun dari kuadran BISA .
  • Keuntungannya ; karena dikuatkan oleh teori dan metode yang aplikabel mereka semakin efektif dalam bekerja. Kemampuan mereka meningkat dan kecakapannya juga. Kinerja pun bisa dipertanggung jawabkan. Maka, masyarakat akan menyebut orang ini sebagai orang yang skillful atau terampil di bidangnya.
Kelemahannya ; -
  • Contohnya ; bila mereka belajar menembak tadi, maka orang ini sudah mampu menembak dengan baik karena bisa mempertanggung jawabkan setiap peluru yang ditembakkannya. Tembakannya selalu tepat.
AHLI ;
  • Dikatakan Profesional atau Entrepreneur. Mereka berhasil meningkatkan keterampilannya. Responsif dan bertanggung jawab, juga karena mampu memberikan manfaat kepada banyak orang, dan diakui oleh masyarakat.
  • Keuntungannya ; akan memiliki efektivitas teori dan praktik hingga 90%. Bahkan lebih hingga 99%.
Kelemahannya ; -
Contohnya ; mereka akan menjadi sangat ahli dalam menembak.
Bob memandang bahwa spirit entrepreneurship harus mulai dikembangkan di sekolah-sekolah kejuruan dan terutama sekali dikampus-kampus. Ia tidak saja prihatin atas besarnya angka pengangguran terdidik, tetapi juga melihat potensi yang sangat besar pada diri orang-orang jebolan kampus-kampus itu. “Otak mereka terus-menerus dicekoki dengan sampah-sampah informasi dan teori. Tapi, saya tidak menyatakan sampah itu tidak bermanfaat ,loh…sebaliknya, kalau sampah itu diolah dengan kreatifitas passtilah mendatangkan manfaat.” Bob menyimpulkan.
“Jadi, kalau tidak ingin sekolah atau perguruan tinggi kita hanya mencetak pengangguran, ya perbaikilah sistem pendidikannya. Roda Bob Sadino sudah menggambarkan kira-kira di mana letak inti permasalahannya,” tegas Bob Sadino.
Tankz .
Sumber : buku BOB SADINO : mereka bilang saya gila!

0 Guru Perlu Miliki Jiwa Kewirausahaan

Kelemahan dalam kewirausahaan di Indonesia adalah lemahnya jiwa entrepreneurship guru.
VIVAnews - Kewirausahaan harus dimulai dengan pembinaan entrepreneurship guru pembimbing. Salah satu kelemahan terbesar dalam kewirausahaan (entrepreneurship) di Indonesia adalah lemahnya jiwa entrepreneurship guru pembimbing.
Pengusaha Nasiona Bob Sadino mengatakan, sistem pendidikan Indoensia kebanyakan masih menggunakan prinsip belajar untuk tahu. Padahal yang lebih penting adalah melakukan sesuatu dan mengkomunikasikannya. Sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek kewirausahaan.
"Dari tiga pilar pendidikan, sistem pendidikan di Indonesia masih berputar pada teori dan buku teks saja," ujar Sadino di Jakarta, Selasa 18 November 2008.

Begitu pula halnya dengan entrepreneurship, dia mengatakan agar bisa berkembang, para pengajar harus memiliki jiwa itu terlebih dulu.

Pemilik perusahaan ritel KemChik ini memaparkan masalalaunya dalam merintis usaha. "Kita harus berani segala situasi dalam membangun bisnis. Ini merupakan perjalanan alamiah," katanya.

Dari situ, lanjut dia, bagaimana caranya menciptakan siklus bisnis yang baik dengan mengembangkan pasar dan industri.

Tak Setuju Usaha Kecil
Sadino tidak pengkotak-kotakan usaha dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Karena secara psikologis, dengan sebutan mikro kecil, pengusaha menjadi minder. Ini yang membuat Indoensia susah berkembang dbandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. "Lebih baik disebut Usaha Bakal Besar (UBB)" ujar Sadino.

Di tempat yang sama Direktur Pembainaan SMK Departemen Pendidikan Nasional Joko Sutrisno mengatakan, program SMK telah berusaha menyatukan praktek dan teori. Dalam program bisnis dan manajemen siswa dipaksa mempraktekan teori di kelas.

Dalam APBN-P 2008, sistem pemberdayaan SMK termasuk suntikan modal kerja, mencapai Rp 20 miliar. Rp 4,2 miliar di antaranya untuk pelatihan entrepreneurship. "Sedangkan 2009 anggarannya Rp 24 miliar. Ini masih bisa ditambah," kata Joko.

0 Cara Sukses Orang GOBLOK ala Bob Sadino

Pasti Anda bingung dengan judulnya, ‘goblok’ kok dipelajari! Sejujurnya saya juga bingung, kenapa “goblok”…ternyata itu adalah cara Bob sadino terjun ke dunia bisnis

Bob Sadino terkenal dengan pengusaha yang ‘Nyleneh’ gaya dan pola pikirnya. Sejak dari jaman Soeharto, dia terkenal dengan ‘kostumnya’ yang selalu bercelana pendek. Begitulah cara Om Bob bertemu dengan semua presiden negeri ini.

Bob Sadino sering sekali mengeluarkan statement-statement nya yang super Nyleneh.
Misalnya dia tanya,”Menurutmu kebanyakan orang bisnis cari apa Jay?” Spontan kita jawab,”Cari untung om!” Kemudian Om Bob balik menjawab,”Kalo saya cari rugi!”
Dia menjelaskan, kalo bisnis cari untung, apa selamanya untung? Sama juga kalo bisnis cari rugi, apa selamanya rugi? Maknanya adalah, rugi tak perlu ditakuti. Bahkan karyawan Kemchicks (pabrik daging olahan)dan Kemfarms (exportir sayur dan buah) diijinkan untuk berbuat salah. Sampai-sampai ada karyawan yang pernah membuat kerugian US$ 5
juta dan masih bekerja sampai sekarang. Goblok atau Pintar? Trus apa maknanya belajar ‘Goblok’?

Bukankah banyak orang pandai tapi tak berhasil dalam usaha atau bahkan melangkahpun tak berani. Om Bob bilang, kalo orang ‘goblok’ itu tak pandai menghitung, makanya lebih cepat mulai usaha. Kalau orang pinter, menghitungnya ‘njlimet’, jadi nggak mulai-mulai usahanya

Orang ‘goblok’ berbisnis tidak berfikir urutan, sedangkan orang pinter, berfikir urut. Orang pintar tidak percayaan dengan orang lain, jadi semuanya mau dikerjain sendiri, seolah tak ada yang dapat menggantikan dirinya. Nah, kalau orang ‘goblok’, dia akan mencari orang pintar dan harus lebih pintar darinya, untuk menjalankan usahanya.

Orang pintar ketemu gagal, cenderung mencari kambing hitam untuk menutupi kekurangannya. “Ehm, situasi ekonominya lagi down”, atau “Pemerintah nggak mendukung saya”, kata orang pintar. Lain hal dengan orang ‘goblok’, jika ketemu gagal, nggak merasa kalau dia gagal, karena dia merasa sedang ‘belajar’.

Bahkan Om Bob juga mengatakan bahwa dia sebagai orang ‘goblok’ tidak melakukan perencanaan usaha, target ataupun mengenal cita-cita. Namun sebaliknya, semua karyawannya harus memiliki target dan perencanaan. Buahnya, orang ‘goblok’ yang jadi bossnya orang pintar.

Itulah adilnya Tuhan menciptakan orang pintar dan orang ‘goblok’. Masalahnya sekarang, siapa yang merasa pintar, siapa yang merasa goblok? Trus, enakan mana jadi orang pintar atau orang ‘goblok’? Jika Anda semakin bingung dengan tulisan saya, artinya bagus,

berarti Anda mulai ….Goblok!

Kalau Anda emosi, berarti Anda pintar. Itu juga kata orang Om Bob lho..! Filosofi ‘goblok’ Bob Sadino, dia ibaratkan seperti air sungai yang sedang mengalir. Ketemu batu di depan, ya belok kanan atau belok kiri. Namun seperti air di sungai, kitapun harus siap dikencingi,

dibuangi sampah dan kotoran-kotoran yang lain. Jadi, pilih mana? GOBLOK atau PINTAR?

“Pengusaha tak harus pintar dalam segala hal. Tapi harus pintar mencari orang pintar”

KATA SIAPA ORANG GOBLOK GA BISA SUKSES TUH ADA CARANYA wkwkwkwk

0 Perikanan ....Adakah ???


Namaku Uci Rahmadhani,, panggilan yang singkat Uci. Sedikit tentangku selama mengenyam pendidikan SMA – di bangku kuliah. Siapa yg gak tw SMANSAKU siiihhh,,, dah pada tw,,, saya slh 1 alumni pada thun 2009.  Lulus SMA saya lnjut di APSOR (Akademi Pendidikan Sorong). Saat duduk di bangku kelas X dalam piqiran terlintas untuk mlanjutkan pendidikan di UNCEN atau AKPER makax ambil jurusan IPA,,, Alhamdulillah selama semester 1-6 atau dr klas X – XII masih masuk 10 besar klas,,
Suatu ketika saat duduk dibangku klas XI sering kumpul dgn tman2 terutama XI IPA2 saling Tanya hndak mlnjutkan kmana stelah lulus,, saya n beberapa orang teman mmpunyai jawaban yg sama yaitu AKPER atau UNCEN,,namun beberapa waktu kebetulan ada om yang dating main ke rumah menawarkan setelah lulus mw gak kuliah di APSOR lansung sj saya jawab mw padahal sy blm tw disana itu system pendidikannya seperti apa,,
Saat kelas XII ada pelajarannya ibu jeane paula(maaf ibu klo ada ksalahan dlm pnulisan nama) satu/satu kami ditanya mw lnjut kmana stelah lulus,,, bnyak sekali jawaban,,tapi pada saat saya ditanya saya jawab APSOR atau UNCEN,,,, kmudian ada brosur dr UNCEN bagi yg berminat silhkan isi,,, awalnya saya hnya ikut2 saja saya isi n mngambil jurusan biologi. Pgumumannx ternyata selesai UAN gak nyangka aja nama termasuk daftar lulus,, tapi saya mngambil keputusan pilih APSOR. Saya berfikir kalau 1 angkatan smw ambil jurusan guru n kesehatan bidang yg lain siapa yg mau isi. Bnyak orang berfikir PERIKANAN itu apa????? Mgqin Cuma blajar tentang ikan,, klau blajar itu kenapa harus kuliah jauh2 nanti jadinya ap kalau lulus??????????
Bulan juli diadakn tes di DINAS PERIKANAN MERAUKE yaitu di jalan perikanan kelapa 5,,disana bnyak teman baru yg saya gak kenal biar orang2 baru tapi mereka baik,,,kaget setelah lihat ternyata ketemu ka2q kelas namax jamaluddin dia anak kumbe n jadi teman angkatan. Akhir agustus akhirnya qt berangkat dgn jml catir(calon taruni) 8 orang (3 muslim 5 nasrani) & catar(calon taruna) 15 orang. Gak pernah terlintas sedikitpun kalau ternyata system pendidikannya seperti itu di tambah lagi tinggal di asrama. Kami berangkat dengan kapal laut dan diantar oleh alumni angkatan IV namax kaq Eko. Ini kali pertama saya pergi sekoah jauh keluar dari MERAUKE udah gitu pas lebaran di kapal laut lagi,,,, kami semua berfikir pasti tempat kuliahnya bagus,, tengah kota dkat mall,,, itu yang selalu diiming2 sama kaq eko. 5 hari di kapal bosan,,,, akhirnya sampai juga di sorong,,, langsung kaget dengan situasi seperti itu. Kami dijemput mnggunakan bis taruna mnuju asrama oleh ka2q pengiriman yg saat itu madya jabatan senat DANKI tingkat 1 namax MIZWAR. Tiba di asrama kami kaget ternyata jauh dari mall artinya qt bukan ditengah kota tapi dekat hutan, gunung yg ada markas brimob di atas, dekat pantai lokasinya thu di SUPRAU-TANJUNG KASUARI DI JALAN KAPT. PATTIMURA.
Seblum kgiatan dimulai ada perkenalan dengan ka2q2 yg gak pulkam pas libur,, emang baik2 cz blm ada kegiatan,, saya bias dibilang tomboy jarang sekali nmx pke ROK,,,,, gak tw klo ada aturan taruni muslim berjilbab soalnya dari awal daftar gak ada yg bilang Cuma tau klo rambutnya itu harus pendek,, standar di atas krah baju n telinga klihatan gak boleh nyentuh alis gitu…. Malam itu saya sendiri gak ikut perknalan karna sakit,,, tiba2 datang thu KEWIRAAN perdana kaq RISWAN,,,di tnya nama,, trus dy bilang:
(dalam percakapan):
R          : dek nmx siapa?
U          : uci kaq
R          : BTW muslim atau non muslim???
U          : muslim kaq,,,,
R          : knp gak berjilbab
U          : wajib y kaq peraturanx
R          : emg ka2q pgriman qm gak bilang!! Bukanx wajib,tpi disni smw taruni muslim berjilbab,, klo bias adeq juga
U          : tpi kaq saya blm siap
R          : kapan lgi klo gaak skrg dek,, klo tunggu siapnya itu kapan
U          : (waduhhhh bajuQ 1 koper salah smua)

Beberapa saat memasuki ASPURI(ASRAMA PUTRI) & kegiatan ketarunaan,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Akhirnya bertmu dgn tman2 dari berbagai daerah di INDONESIA,,,,,, setelah qt perknalan, pengecekan n pmbagian kamar,,, gaak seenak qt mw mlakukan sesuatu,,, semua di atur yg gaak Cuma nafas,, mandi, makan,tidur,jalan,berpakaian,aduuuhhhh pokoknya smw di atur pke waktu lagi,,,, klo ketemu dosen/pegawai n senior madya n perdana harus mnyapa,,, utamakan kata SELAMAT,,,,,,klo mau apa2 musti kata IJIN,,, salah sedikit hukum,,,,,bayangin aja waktu catir gak boleh namax pake deodorant, bedak, body lotion, parfume,,, betapa baunya dilarang jalan ,,, 5 langkah lari,,,, apalgi klo ada senior jail pasti sasaran empuk untuk dihukum atau dikerjain,, oia adalgi slma 3 bulan HP dikumpul bulan2 selnjutnya dibagi Cuma malming j,,,,, pernah waktu kejadian gempa bumi baru hp blm dibagi malam jm 12’an gtu.
Di APSOR dalam bidang akademik di buat system MENTOR,, fungsi ka2q mentor itu bias membantu adeq mntornya,, dari mentor itu nanti ada saudara mentor. Hidup di asrama itu sudah menjadi keinginan ortuQ sejak lama,, tapi disini kegiatanya full,,, pokoknya yg namax jadi remaja gak ada enaknya,,, Cuma disuruh, aplgi di suruh hafalin nama semua orang yg ada di asrama,,, selain senior2, pegawai n dosen, koki, pokoknya apa yg diperintah y harus dilaksanakan,,,, yg gaak betah y bnyak yg kabur,, rayon MRQ dari 23 sisa 17,,,
Pada saat madya atau tingkat II makan hati,, mw bertindak salah gak juga salah,,, tpi lbih bnyak dispensasi disbanding remaja,,,,, apalagi pas perdana/tingkat III ibarat ratu di atas ratu,,,, yg dipikir itu kerja proposal n persiapan praktik akhir,,, sebnarnya enak juga hidup di asrama yng penting ikut aturan j,, masalah makan pastilah dah ada koki yang masak,, qt Cuma kuliah sama ikut keg. Ketarunaan j,,, asrama gratis,,, banyak peajaran yang bias di petik,, ibaratnya APSOR itu INDONESIA mini,,,, bnyak teman,,, saudara itu adalah teman angkatan 1 perjuangan,,,, yang paling ingat saat minum gres 1 botol yg kumur sebanyak 99 orang n terakhir tmanQ debby saragih jadi sasaran minum air kumurnya kita. Pembaretan kumur susu 1 teko hbis itu disuruh minum lagi…. Hukuman di aspuri gara2 ada yg simpan silverqueen dalm skeater alias lemari baju,, makan n di berikan sama teman pakai mulut,,, mungkin kalian semua jijik,,, tapi itulah yang menjadikan qt saudara,, blum lagi klo ada senior jail mau makan masuk ruang makan makan pisang berjamaah,, blm lagi klo didoping nasi kosong,,,, bnyak skali hal2 yg gak bisa dilupakan bgitu saja gak terasa 3thun sebentar,,, meski bnyak sakit hatinya tpi mudah2an jadi lebih baik di hari mdatang,,

Bidang akademik,,,,,,,,,,,,,
APSOR sudah terakreditasi jdi gak usah ragu klo mw kuliah disitu. Ada 3 prodi yaitu TPI(Teknilogi Penangkapan Ikan), MPP(Mesin Peralatan Perikanan), TBP (Teknologi Budidaya Perikanan),,, saya ambil prodi TBP,, klo taruni smw masuk prodi TBP. Setelah dipelajari ternyata perikanan itu asiiikkkk TOP BGT,,,,, jadi istilah kata mnyesal kuliah gaak koq,,, wlwpun bnyak rintangan yg dihadapi nmun tman2 slalu ada,,, luph U let. IX is the best dh,,,,
Temen2 atau masyarakt awam pasti cm tw ikan beberapa jnisnya,, apalgi yang sering dikonsumsi itu j,,,, sebagai warga Negara Indonesia kita bangga dong memiliki banyak potensi kekayaan alam,, namun kita blum dapat memanfaatkan sebaik-baiknya. Hasil laut kita sangat banyak n beragam,, tapi kita harus menjaga kelestarian alam y,,, baik dilaut ataupun wilayah pesisir,,, apalagi wilayah pesisir yang bnyak ditumbuhi tanaman mangrove itu sebagai tempat memijah, ruwayah ataupun tempat hidup biota laut,,,,,
Sebenarnya saya ingin berbagi pengalaman apa yang pernah saya rasakan di perantauan selama ± 3 tahun,,, mungkin gak semua dapat saya tuangkan lewat tulisan,, takut cape bacax karna terlalu banyak,,,
Oktober 2011 qt let. IX persiapan proposal untuk KPA,, Alhamdulillah judul yangsaya ajukan di ACC oleh pembimbing I & 2,, judul yang saya ambil KULTUR JARINGAN RUMPUT LAUT DI BPPBAP MAROS SULSEL,,, akhir januari 2012 brangkat praktik sampai bulan april 2012 setelah pulang praktik kami harus knsultasi untuk penyusunan KIPA.
4 juli 2012 akhirnya mnjadi hari bersejarah bagi saya dengan gelar UCI RAHMADHANI, A.Md.Pi Alhamdulillah usaha selama ini menjadi knyataan saya diwisuda,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Walaupun sekarang setelah wisuda blum mndapat pekerjaan tapi saya punya harapan yang mudah-mudahan bias tercapai untuk pembangunan wilayah merauke khususnya dibidang perikanan dan pengolahan hasil perikanan:
1.      Adanya balai budidaya ikan
2.      Adanya pusat pelatihan industry rumah tangga dalam pengolahan hasil perikanan

Mngapa saya tdak mncantumkan adanya pembuatan tambak seperti kawasan lainnya,, salahsatu faktor yang tidak mndukung yaitu struktur tanah di wilayah merauke tidak mndukung, sumber air yang akan digunakan juga tidak mendukung.

Sabtu, 06 Oktober 2012

0 Jiddiyah, Ciri Kader Militan

Islamedia - Tujuan da'wah jangka panjang adalah khilafah fil 'ardl. "Memimpin dunia." Untuk mencapai cita-cita besar itu diperlukan umat yang kuat dan hebat berbasis pada kader-kader militan yang bercirikan penuh keseriusan. Mereka mengutamakan kerja daripada hanya sekedar pandai mengkritik, berinisiatif daripada hanya menunggu perintah, memahami betul apa tugas dan perannya dalam hidup ini, dengan disertai usaha maksimal disertai dengan pendekatan diri kepada Allah dalam rangka meraih bimbingan dan pertolongan-Nya.

Definisi jiddiyah adalah: menjalankan tugas-tugas syar'i, tarbawi, tanzhimi, dengan cepat, tabah, mengerahkan seluruh potensi secara maksimal serta dapat mengatasi hambatan yang dihadapinya demi terlaksananya tugas tersebut secara optimal.

Syarat-Syarat Jiddiyah

Dari definisi di atas, maka jiddiyah memiliki 5 syarat:
1. Al-istijabah al-fauriyah (responsif)
2. Al-azmul Qowiy (kesungguhan yang kuat)
3. Al-mutsabarah (tabah dan ulet)
4. Taskhiru kullil imkanat (mengerahkan seluruh potensi)
5. Mughalabatul 'adzar (dapat mengatasi segala permasalahan hidup)

Al Istijabah Al Fauriyah

Kader militan adalah kader yang ketika mendapat tugas dan mendengar perintah dari qiyadah (pemimpin, murobbi, atau pembina) meresponnya dengan cepat-cepat tanpa ragu atau berkomentar, karena ia memahami bahwa tugas dan perintah yang datang dari qiyadah adalah untuk segera dilaksanakan bukan untuk didiskusikan.

Demikianlah para sahabat memahami perintah ketika turun ayat yang mengharamkan khamar (Al-Maidah : 90-91). Begitu mereka mendengar perintah untuk meninggalkan khanar langsung mereka tinggalkan seraya berkata intahaina.. intahaina.. (kami telah tinggalkan, kami telah tinggalkan). Contoh lain tentang perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsho ke Masjidil Haram (Al-Baqarah: 143). Disaat mereka sedang sholat datang berita tentang berubahnya arah kiblat, mereka langsung berbalik arah dari menghadap utara (arah Baitul Maqdis) menjadi menghadap selatan (arah Ka'bah) sehingga masjid tempat mereka sholat saat itu diberi nama Masjid Qiblatain (masjid dua qiblat).

Dan contoh yang ketiga adalah mengenai para sahabat wanita dalam melaksanakan perintah menutup aurat (hijab) (QS An-Nur 31). Begitu mereka mendengar perintah memakai hijab melalui para suami mereka, langsung mereka laksanakan perintah itu. Selain itu masih banyak contoh-contoh lainnya.

Al Azmul Qowiy.

Aktifis dan kader dakwah harus memiliki semangat dan kesungguhan yang kuat, karena amanah yang diembannya sangat berat. Di antara do'a Rasul : "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ketidak berdayaan dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari sifat penakut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari hutang yang membelenggu dan tertindas oleh orang yang jahat." Dan Umar bin Khattab berdoa, "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ketidakberdayaan orang sholeh dan keberdayaan orang jahat."

Di dalam surat Ali-Imran ayat 146 Allah telah menjelaskan sifat kader militan: " Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. "

Para sahabat yang baru saja selesai perang uhud dalam kondisi luka-luka dan belum sempat istirahat menerima tugas baru yaitu mengejar pasukan musyrikin Quraisy dalam perang Hamra Al Asad, mereka melaksanakan perintah qiyadah (Rasul) walaupun harus dengan menandu dan menggendong sebagian sahabat yang tidak mampu berjalan. Kita tahu betapa sahabat Mush'ab bin Umair pada perang Uhud membawa panji pasukan Islam. Tangan kanannya putus terkena pedang musuh, lalu panji dipegang dengan tangan kiri, tangan kirinya putus kemudian ia merangkulnya dengan kedua sikunya dan ia terus maju sampai syahid.

Al Mutsabarah

Kerja da'wah adalah kerja besar yang tak kan berakhir kecuali dengan kematian. Perjalanan dakwah penuh dengan ujian, cobaan, tantangan dan rintangan. Tidak ada yang sanggup menjalaninya kecuali orang-orang yang telah menjadikannya tugas pokok dan utama yang tidak bisa dikalahkan dengan tugas apapun, keberlangsungan dakwah menjadi fokus perhatiannya seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, beliau tidak mengenal lelah, letih, capek, jenuh, atau malas. Beliau tidak pernah menyerah atau mundur.

Ketika orang-orang kafir Quraisy musuh dakwah mengancam untuk menghabisi nyawanya, ia berkata: "Demi Allah, sekalipun mereka dapat meletakkan matahari di samping kananku dan bulan di samping kiriku, aku tidak akan berhenti berdakwah dan meninggalkannya sampai Allah memenangkannya atau aku mati di jalannya.

Para sahabat generasi terbaik yang langsung di bawah arahan Rasul meneruskan jalan Rasul. Mereka berdakwah dengan meninggalkan kampung halaman, negeri dan tanah air, isteri, anak, dan harta benda sehingga panji Islam berkibar di seluruh dunia. Kehidupan mereka adalah jihad yang tak henti-henti dan pengorbanan yang tanpa batas dalam membela Islam.

Taskhir Kullil Imkanat

Da'wah menuntut para aktifis dan kader untuk mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki berupa pemikiran, harta, waktu, tenaga, jiwa dan raga. Sehingga tidak ada potensi yang dimilikinya kecuali telah diberikan untuk kepentingan dakwah.

Saat ini sebagian kader belum maksimal dalam memperjuangkan dakwah. Kita baru memberikan sisa potensi untuk dakwah, sisa waktu, sisa pikiran, sisa tenaga, dan sisa dana. Sehingga hasilnya pun belum terlihat nyata.

Allah telah mengingatan kita: "Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah, Rasul-Nya, dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik." (QS At-Taubah 24).

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar." (QS At-Taubah 111)

Mughalabatul 'Adzar

Amanah dakwah hanya dapat diemban oleh orang-orang yang memiliki azimah (idealisme yang tinggi) bukan orang yang memilih tujuan yang rendah, senang dengan hidup santai dan rileks, memilih istirahat dan tidak mau susah. Da'wah hanya dapat dikerjakan oleh orang yang dapat mengalahkan udzur bukan pandai membuat udzur, berupaya maksimal untuk terus aktif di medan jihad dan memberikan kontribusi yang terbaik buat dakwah.

Salah satu contoh sahabat bernama Amru bin Jamuh, seorang tua renta yang kakinya pincang dan nyaris buta. Begitu mendengar seruan jihad, ia langsung menyatakan ingin bergabung dalam barisan para mujahidin walaupun ketiga anaknya melarang dengan alasan mereka sudah mewakili keluarga dan sudah sangat cukup udzur baginya untuk tidak ikut jihad. Tapi apa komentarnya? Ia berkata masalahnya adalah surga. "Apakah kalian dapat memberikan jaminan surga buat saya kalau saya tidak ikut jihad?" Hingga akhirnya ia mendapat restu dan do'a dari Rasul. "Ya Allah masukkanlah ia ke dalam surga dengan kakinya yang pincang!" Akhirnya ia mati syahid di medan perang. Ia tidak menjadikan udzur sebagai hambatan dan penghalang untuk ikut berperang. Walaupu tidak bisa angkat senjata, tapi dengan ia bergabung ke dalam barisan mujahidin, ia dapat menambah jumlah tentara. Walaupun ia tidak berhadapan langsung dengan musuh, ia dapat menjaga barang-barang milik tentara di belakang. Ia selalu berpandangan positif ingin memberikan kontribusi langsung dan nyata untuk dakwah.

Urgensi Jiddiyah

Jiddiyah merupakan sifat asasi serta akhlak yang harus dimiliki oleh kader dan aktifis dakwah yang telah berbai'at kepada Allah, menjual dirinya untuk hidup dan mati demi dakwah. Jiddiyah dalam dakwah merupakan suatu keniscayaan, karena hanya dengannya amanah risalah dan kewajiban dakwah akan dapat diemban dan terealisasi dengan maksimal.

Ciri-ciri Jiddiyah:

1. Menjaga dan memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang positif dan berguna untuk dakwah.

2. Menghindari dari banyak bergurau dan bercanda. Di antara wasiat Imam Al-Banna adalah: "Janganlah kamu bercanda karena umat yang sedang berjihad tidak mengenal canda. Demikian juga dengan Sholahuddin Al-Ayyubi yang berkata: "Sungguh saya malu kepada Allah melihat saya tertawa sementara Baitul Maqdis sedang berada dalam genggaman orang-orang salibiyin.

3. Memilih azimah 'idealisme' yang berat dan tifak memilih kemudahan-kemudahan karena dakwah tidak tegak di atas rukhsah.

4. Melaksanakan tugas dengan segera, tidak menunda pekerjaan hari ini sampai besok, tidak lambat dan tidak malas.

5. Selalu mengintrospeksi diri, memperbaharui janji kepada Allah dan selalu istighfar serta taubat atas segala dosa dan kesalahan.

6. Dalam kondisi siaga selalu menanti perintah.

Ikhwah fillah, jadilah aktivis harokah dan praktisi dakwah. Jadilah orang yang terlibat di dalamnya, bekerja secara produktif. Dan jangan menjadi orang yang pandai mengkritik.
(Mjlh Tarbiyah)

Ustadz Abdul Muiz M.A.

0 Keseimbangan Antara Dakwah dan Kuliah

Bagaimana caranya untuk menyeimbangkan antara dakwah dan kuliah ? agar aktifitas kuliah tetap baik dan kinerja dakwah tetap optimal.

Tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar. Hal ini perlu kita pahami bersama sebagai sebuah kewajiban yang harus dituntaskan dengan predikat memuaskan. Sebagai seorang muslim yang berdedikasi terhadap pendidikan tentu kita perlu menjadikan hal ini sebagai prioritas. Akan tetapi sebagai seorang kader dakwah, menjaga kinerja dakwah agar tetap optimal dan konsisten juga merupakan tuntutan tersendiri, maka perlu juga perencanaan yang baik untuk menyeimbangkan kedua hal ini. Ada hal yang unik dari keluhan yang terjadi diantara kader dakwah masa kini, adalah ketika nilai sedang menurun, maka kambing hitam yang paling mudah untuk di tunjuk adalah banyaknya aktifitas dakwah. Hal ini seakan-akan dakwah lah yang membuat nilai Anda jatuh. Hey Brother open up your eyes, apakah betul dakwah yang membuat nilai turun ? jika Anda percaya hal ini, maka Anda tidak percaya janji Allah akan balasan akan amal yang kita lakukan. atau mungkin Anda sudah cukup mengalami disorientasi dakwah sehingga Anda merasa tidak bermanfaat untuk menjalankan dakwah, justru dakwah membuat Anda terpuruk.

Saya bisa memahami pandangan seseorang tentang hal ini, lalu saya bertanya kembali, apakah Anda bisa menjamin tanpa aktifitas dakwah nilai Anda akan meningkat. Saya pernah menantang hal ini ke salah satu kader saya, dan ternyata hasilnya ia hanya mengalami peningkatan IP sebesar 0,1 saja. Kenaikan yang tidak banyak menurut saya, dan tidak sebanding dengan meninggalkan dakwah.

Hal lain yang sering muncul berlawanan dengan kasus diatas, yakni kader dakwah yang sudah cukup frustasi dengan nilainya sehingga ia berpikir untuk tidak begitu memperdulikan akademiknya dan hanya focus pada aktifitas dakwah. Saya melihat kader dengan pandangan seperti ini masih sepakat dengan motto kader dakwah 1 dekade silam, yakni kader yang IP nya 2,00 adalah mujahid, dan kader yang IP nya 3,50 adalah pengkhianat. sebuah pandangan yang jauh dari relevan untuk di aplikasikan saat ini.

(1) Life is about mindset. Jargon ini tampak sangat nyata dan benar adanya. Jika Anda berpikir bahwa Anda bisa berdakwah secara optimal dengan tetap meraih nilai memuaskan, maka Anda akan menjadikan hal tersebut kenyataan. Ini langkah penting dalam memulai keseimbangan ini, pikirkan lalu tuliskan atau lukiskan keinginan Anda ini dalam secarik kertas, lalu internalisasikan secara mendalam kepada hati dan pikiran Anda. salah satu kisah unik dari salah seorang mantan presiden Amerika Serikat, dimana ia menempelkan gambar white house di langit-langit kamarnya sejak ia berusia belasan tahun. Sehingga setiap pagi ketika bangun tidur ia bisa melihat gambar itu, dan beberapa tahun kemudian ia berhasil menjadi presiden. Saya mencoba hal ini pada semester ke-6 saya di ITB. Saya meniatkan dalam hati bahwa tidak boleh ada lagi nilai B dalam traskrip saya, saya membayangkan hanya nilai A di transkrip saya. Lalu saya tulisakan hal itu di buku catatan, dan saya buat gambar untuk di taruh di background desktop laptop saya. Selama satu semester mindset saya jaga, dan Alhamdulillah di akhir semester, hanya ada 1 nilai B dalam transkrip nilai semester 6 saya, IP 3,9 pun diraih.

(2) Fokus pada apa yang dikerjakan. Perjuangan melawan diri adalah ujian tersendiri bagi seorang manusia. termasuk berjuang untuk tetap fokus pada apa yang dikerjakan. Seringkali tantangan yang sering dihadapi adalah, ketika Anda sedang kuliah, pikiran Anda pada tanggung jawab dakwah kampus, dan ketika sedang rapat terkait dakwah kampus, pikiran Anda justru tentang tugas kuliah. Disinilah terjadi diskoneksi antara tubuh dan jiwa. atau separasi antara pikiran dan otak. Apa akibat jika hal ini dibiarkan ? akibat yang cukup sering ditemui adalah ketidakoptimalan Anda dalam melakukan segala hal. Oleh karena itu Anda bisa memulai dengan menyingkirkan hal-hal yang bisa menggangu fokus Anda. Seperti, ketika kuliah atau belajar, maka mobile phone bisa dinon-aktifkan atau catatan-catatan yang tidak berhubungan dengan kuliah bisa disingkirkan. Menghilangkan hal yang tidak berhubungan dari pandangan merupakan langkah yang snagat membantu. Setelah itu mungkin akan terjadi pergolakan batin pada diri Anda, akan tetapi jika Anda bisa melewati hal ini, maka akan lebih mudah kedepannya untuk manajemen fokus.

(3) Memperhatikan dan mencatat di kelas

Membiasakan diri untuk memperhatikan apa yang dosen ajarkan di kelas serta mencatat hal-hal yang perlu dicatat bisa memudahkan Anda memahami perkuliahan. Kadangkala dengan hanya memperhatikan dosen sudah cukup membuat kita untuk paham akan sebuah mata kuliah. Selain itu dengan mempunyai catatan pribadi terkait kuliah, maka akan lebih memudahkan ketika dibutuhkan untuk belajar, dan kita juga jadi tidak tergantung pada catatan orang lain.

Selain berdampak ada diri, dengan memperhatikan dosen juga berdampak pada citra diri seorang kader dakwah. Dosen akan melihat bahwa ternyata kader dakwah adalah seorang mahasiswa yang rajin dan bisa menjadi teladan dalam hal akademik untuk sekitar. Sesekali bertanya jika ada yang tidak mengerti, terkadang justru dengan bertanya, Anda jadi lebih cepat mengingat suatu hal.

Ketika kita sudah cukup memahami suatu mata kuliah hanya dengan memperhatikan di kelas, maka waktu belajar di rumah untuk ujian akan lebih sedikit, sehingga alokasi waktu yang tadinya untuk belajar, diganti menjadi untuk kegiatan dakwah

(4) Mengalokasikan waktu belajar setiap hari

Alokasikan waktu belajar secara rutin setiap harinya, apakah itu di waktu pagi, siang atau malam. Tepatnya alokasi waktu khusus untuk belajar di waktu luang, belajar disini bukan mengerjakan tugas, akan tetapi betul-betul belajar, membaca atau latihan soal terkait mata kuliah tertentu. Sehingga saat menjelang ujian, Anda tidak perlu menggunakan sistem kebut semalam yang membuat hasil ujian tidak optimal. Bisa dikatakan salah satu inti dari menyeimbangkan akademik dan dakwah adalah pada belajar rutin ini. Memang pada awalnya akan butuh perjuangan agar konsisten. Akan tetapi jika sudah bisa dijadikan kebiasaan, maka manfaatnya akan langsung terasa.

(5) Jangan menunda mengerjakan tugas

Jangan pernah menunda tanggung jawab dakwah atau tugas kuliah, karena menunda sesuatu akan berdampak kepada agenda agenda yang lain. Sebutlah Anda menunda sesuatu satu hari saja, maka tugas yang Anda dapat pada hari esok juga akan ikut tertunda. Poin penting dari kenapa harus mengerjakan sebuah tanggung jawab sesegera mungkin adalah karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, tantangan apa yang akan datang besok, dan tugas apa lagi yang akan diberikan kepada Anda besok.

(6) Alokasikan waktu berkegiatan dengan tepat serta memilih tanggung jawab yang sebanding dengan kapasitas diri

Sesuaikan potensi Anda dengan beban yang Anda emban, jangan sampai berlebihan, karena beban tanggung jawab yang berlebihan akan berdampak pada di efesiensi kinerja, pembunhan karakter dan hasil yang tidak optimal. Bersikap bijak terhadap tanggung jawab yang diberikan, terima tanggung jawab yang sesuai dengan diri, dan tolak tanggung jawab yang sekiranya terlalu membebani Anda. Terkait jumlah tanggung jawab dalam satu waktu juga perlu diperhatikan.

Setelah Anda sudah memutuskan untuk menjalankan beberapa tanggung jawab dalam waktu tertentu, maka sudah menjadi tanggung jawab Anda untuk memberikan yang terbaik terhadap tanggung jawab ini. Alokasikan waktu secara proposional tergantung tingkat kepentingan dan keterdesakan suatu tanggung jawab.

(7) Mempunyai agenda harian serta checklist catatan tugas

Tools tambahan yang bisa digunakan untuk membantu keseimbangan kuliah dan dakwah adalah dengan mempunyai catatan khusus mengenai jadwal harian dan pekanan, serta to do list , dan beri tanda mana yang sudah dikerjakan. Sehingga Anda bisa melihat dan merencanakan kapan akan menyelesaikan suatu tugas atau tanggung jawab tertentu. 


*Ditulis oleh Ridwansyah Yusuf Achmad (ketua LDK GAMAIS ITB 2007-2008)
  Sumber: http://ridwansyahyusufachmad.wordpress.com/2008/08/30/keseimbangan-antara-dakwah-dan-kuliah/

0 BERKAH SEBUAH KETAKWAAN

Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali dia belajar pada seorang syaikh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syaikh menasihati dia dan teman -temannya : "Kalian tidak boleh menjadi beban orang lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam diri-nya. Pergilah kalian semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing- masing. Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut."

Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya ber-tanya: "Ibu, apakah pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?" Sambil bergetar ibunya menjawab: "Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayah-mu?" Si pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak. Namun akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel dia berkata: "Ayahmu itu dulu seorang pencuri?"!

Pemuda itu berkata: "Guruku memerintahkan kami -murid-muridnya- untuk bekerja seperti pekerjaan ayahnya dan dengan ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan tersebut."

Ibunya menyela: "Hai, apakah dalam pekerjaan mencuri itu ada ketakwaan?" Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab: "Ya, begitu kata guruku." Lalu dia pergi bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana para pencuri itu melakukan aksinya. Sekarang dia mengetahui teknik mencuri. Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian shalat Isya' dan menunggu sampai semua orang tidur. Sekarang dia keluar rumah untuk menjalankan profesi ayahnya, seperti perintah sang guru (syaikh). Dimulailah dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam rumah dia ingat pesan syaikhnya agar selalu bertakwa. Padahal mengganggu tetangga tidaklah termasuk takwa. Akhirnya, rumah tetangga itu ditingalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya: "Ini rumah anak yatim, dan Allah memperi-ngatkan agar kita tidak memakan harta anak yatim". Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudah tahu bahwa pedagang ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. "Ha, di sini", gumamnya. Pemuda tadi memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan kunci-kunci yang disiapkannya. Setelah berhasil masuk, rumah itu ternyata besar dan banyak kamarnya. Dia berkeliling di dalam rumah, sampai menemukan tempat penyimpanan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya emas, perak dan uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk mengambilnya. Lalu dia berkata: "Eh, jangan, syaikhku berpesan agar aku selalu bertakwa. Barangkali pedagang ini belum mengeluarkan zakat hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu."

Dia mengambil buku-buku catatan di situ dan menghidupkan lentera kecil yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung. Dia memang pandai berhitung dan berpengalaman dalam pembukuan. Dia hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudia dia pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan menghabis-kan waktu berjam-jam. Saat menoleh, dia lihat fajar telah menyingsing. Dia berbicara sendiri: "Ingat takwa kepada Allah! Kau harus melaksanakan shalat dulu!" Kemudian dia keluar menuju ruang tengah rumah, lalu berwudhu di bak air untuk selanjutnya melakukan shalat sunnah. Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada lentera kecil yang menyala. Dia lihat pula kotak hartanya dalam keadaan terbuka dan ada orang sedang melakukan shalat. Isterinya bertanya: "Apa ini?" Dijawab suaminya: "Demi Allah, aku juga tidak tahu." Lalu dia menghampiri pencuri itu: "Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?" Si pencuri berkata: "Shalat dulu, baru bicara. Ayo pergilah berwudhu' lalu shalat bersama. Tuan rumah-lah yang berhak jadi imam".

Karena khawatir pencuri itu membawa senjata si tuan rumah menuruti kehendaknya. Tetapi -wallahu a'lam- bagaimana dia bisa shalat. Selesai shalat dia bertanya: "Sekarang, coba ceritakan, siapa kau dan apa urusanmu?" Dia menjawab: "Saya ini pencuri". "Lalu apa yang kau perbuat dengan buku-buku catatanku itu?", tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab: "Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun. Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau dapat memberikannya pada orang yang berhak", Hampir saja tuan rumah itu dibuat gila karena terlalu keheranan. Lalu dia berkata: "Hai, ada apa denganmu sebenarnya. Apa kau ini gila?" Mulailah si pencuri itu bercerita dari awal. Dan setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran kata-katanya, juga mengetahui manfaat zakat, dia pergi menemui isterinya. Mereka berdua dikaruniai seorang puteri. Setelah keduanya berbicara, tuan rumah itu kembali menemui si pencuri, kemudian berkata: "Bagaimana sekiranya kalau kau aku nikahkan dengan puteriku. Aku akan angkat engkau menjadi sekretaris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah ini. Kau kujadikan mitra bisnisku." Ia menjawab: "Aku setuju." Di pagi hari itu pula sang tuan rumah memanggil para saksi untuk acara akad nikah puterinya.
 

Catatan Harian Fajar Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates